Wanita Hujan Diujung Senja
1.
Selepas senja baru saja keringkan desiran hujannya..
seluruh puing-puing memori menyugughkan kisahnya untuk aku telaah,
membakar rekaman yang sudah kusam tertindih zaman
yah, benar..
suara itu, suara yang hanya bisa aku eja sekali ketenangannya
suara yang tidak akan aku nikmati lagi setelahnya
suara kudus milik sang makhluk Tuhan yang kudus
suara naib Tuhan pada Nabi-Nya
suara naib tuan pada hambanya
ah, tersayat hanya sebab potongan-potongan kata yang tak bermakna untuk aku
ulang bahasanya
dan, saat gulita kuasai langit-Nya..
aku tidurkan ragaku, tuk aku lahirkan suara dalam mimpi fatamorgana.
Fajar mengintipku tak berkedip,
tekat pada bintang sebelumnya,
segalanya akan aku wakafkan pada bulan yang hendak tenggelamkan paruh dahaganya
puing-puing rekaman kusam pun akan aku kepakkan bersama sayap-sayap burung
setengah baya,

Tiada ulasan:
Catat Ulasan